Minggu, 12 Juni 2016

Pentingnya Melakukan Instal Ulang Sistem Operasi pada Komputer / Laptop



Banyak yang bertanya-tanya, isntal ulang itu apa sih? Lalu kenapa sih harus melakukan instal ulang?
Nah, bagi orang yang awam dalam duni akomputer mungkin tidak tau kenapa kita harus melakukan instal ulang pada komputer kita.

Instal ulang sendiri adalah proses memperbarui file-file sistem yang telah rusak atau hilang. Sehignga setelah melakukan instal ulang.. Kinerja komputer akan normal kembali.


Pentingkah melakukan instal ulang?

Jika berbicara penting atau tidak penting, melakukan instal ulang jelas sangat dibutuhkan dalam kondisi tertentu.

Baca: Kapan Waktunya Kamu Harus Melakukan Instal Ulang pada Komputer?
 Dan berikut adalah alasan penting kenapa kita harus melakukan instal ulang. Check it out!

1. Memasang Sistem Operasi yang Sesuai

Sebuah komputer tidak semuanya bisa dipasang semua sistem operasi.. Karena komputer pun sudah mematok jenis sistem operasi apa yang dapat dipasang pada komputer tersebut.
Misal saja ada komputer yang cocok dipasang Windows XP namun tidak cocok dipasang Windows 10. Ataupun sebaliknya...

2. Memperbarui Sistem Operasi

Perlu diketahui bahwa komputer yang lama tidak diinstal ulang kemungkinan akan mengalami yang namanya kerusakan sistem operasi. Betul.. Sistem operasi juga bisa rusak jika kita tidak bisa merawatnya dengan baik. Sehingga menyebabkan komputer menjadi lemot, sering crash, dan lain-lain.
Nah, untuk memperbaiki semua kesalahan tersebut, instal ulang bisa menjadi solusi terbaik buat sobat..

3. Menghilangkan Virus yang Bersarang di Komputer

Komputer kamu terserang virus? Hati-hati... Bukan hanya virus asli yang bisa menyebar, virus komputer pun bisa sangat cepat dalam menyebar. Atasi segera sebelum data-data penting kamu juga diserang virus. Yakni dengan melakukan instal ulang..
Partisi yang paling berisiko terkena virus adalah Local Disk C, sehingga dengan melakukan instal ulang, maka partisi tersebut akan terbebas dari yang namanya virus. Tapi jangan lupa yah sob.. Bersihkan juga partisi lainnya dengan melakukan scanning virus dengan antivirus.

4. Mempercepat Kinerja Komputer

Seperti yang sudah saya katakan bahwa kegiatan instal ulang menjadikan file sistem kita menjadi baru lagi.. Sehingga kondisi software yang ada pada komputer pun terasa seperti pada keadaan baru lagi, yang otomatis akan membuat kinerja komputer menjadi lebih cepat.
Walaupun begitu, terlalu sering melakukan instal ulang juga tidak baik.. Karena akan menimbulkan permasalahan pada hardware (perangkat keras) komputer itu sendiri. Terutama pada harddisk..
Lakukan instal ulang jika memang sedang diperlukan saja.. Tergantung kondisi sistem operasi yang ada pada komputer

Rabu, 01 Juni 2016

Penyebab & Cara Mengatasi Komputer / Laptop yang Tidak Bisa Connect Internet



Bermain internet adalah salah satu hal yang paling mengasyikan.. apalagi jika ditambah pula kecepatan internet yang memadai.

Baca: 7 Alasan Kenapa Internet di Indonesia Mahal dan Lemot

Menurut Wikipedia, Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. 

Paham kah kalian dengan pengertian diatas? Hehe
Namun,tenang saja.. Disini saya bukan ingin membahas tentang TCP/IP maupun protokol yang digunakan oleh internet kok..

Yang namanya bermain internet, pasti tidak akan berlangsung dengan lancar-lancar saja. Tetap ada saja kendalanya. Selain kuota (baca: biaya) internet loh yah sob. hehe
Banyak kasus permasalahan yang terjadi ketika kita sedang asik ria bermain internet, terutama dengan menggunakan komputer.. Entah itu komputer yang disconnect dengan sendirinya secara tiba-tiba sehingga harus menghubungkan lagi. Atau bahkan ada mereka yang memiliki internet tapi tidak bisa connect sama sekali.

Yapp, bagi seseorang yang punya skill pada teknik jaringan.. Mungkin itu bukan lah sebuah permasalahan yang serius. Tapi permasalahan itu bakal jadi serius jika kamu belum paham pada dunia jaringan.

Tapi tenang saja.. Kali ini saya bakal berbagi tips buat kamu bagaimana caranya memperbaiki komputer yang tidak bisa terhubung kedalam jaringan internet. Check it out!

Permasalahan pada jaringan ini terjadi dengan berbagai penyebab dan solusi.. Sehingga saya akan klasifikasikan satu persatu.

1. Status Jaringan Terkoneksi, Namun Tidak Bisa Mengakses Internet



Penyebab:

Status tersebut sebenarnya sudah menandakan bahwa komputer sudah terhubung dengan internet. Hanya saja belum bisa untuk mengakses internet.

Solusi:

  • Cobalah untuk melepas sambungan modem atau kabel jaringan yang tertancap pada komputer kalian.. Setelah itu tunggu beberapa saat dan kemudian sambungkan lagi.
  • Jika kamu menggunakan jaringan WiFi, silahkan cabut kabel pada access point beberapa saat.. Kemudian pasangkan kembali.
  • Jangan lupa melakukan restart komputer.
  • Jika masih tidak bisa terkoneksi internet, silahkan cek pada browser kalian.. Jika hanya mampu terkoneksi pada situs tertentu, atau bahkan tidak bisa terkoneksi dengan situs manapun.. Solusi terbaik adalah dengan menghubungi ISP (Internet Service Provider) untuk meminta bantuan.


2. Status NIC atau Wireless "Disable"



Penyebab:

Jika kasus ini terjadi pada komputer kamu, maka akan ditandai dengan ikon tray jaringan pada komputer kamu akan bertandakan silang berwarna merah. Ini menandakan bahwa NIC atau Wireless sedang dalam keadaan disable.

Solusi:

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan melakukan "Enable" pada NIC kamu. Begini caranya..
  • Klik kanan pada ikon tray jaringan kamu.
  • Pilih Open Network and Sharing Center
  • Pilih Adapter setting yang ada pada sebelah kiri
  • Setelah itu silahkan klik kanan >> Pilih Enable pada Wireless Nework Connection jika kamu terkoneksi dengan jaringan WiFi.
  • Jika kamu terkoneksi dengan jaringan kabel.. Silahkan pilih Local Area Nework >> Klik kanan >> Enable


Catatan:
Untuk penyebab yang lebih serius, kasus ini bisa disebabkan karena masalah driver LAN yang belum terinstal.. Jadi pastikan bahwa driver NIC atau LAN sudah terinstal dengan baik..

3. Limitted or No Connection Status

Penyebab:

Jika kamu mengalami koneksi limitted, biasanya ikon jaringan pada komputer kamu akan terdapat tanda pentung berwarna kuning.
Kondisi ini sebenarnya tidak menandakan bahwa jaringan internet maupun komputer kamu terdapat masalah. Hal ini malah sering terjadi akibat konfigurasi router yang tidak sempurna.

Solusi:

  • Pastikan konfigurasi TCP/IP pada adapter jaringan kamu sudah terkonfigurasi dengan baik. Pastikan bahwa konfigurasinya menggunakan Obtain IP address automatically.
  • Putuskan koneksi ke modem, lalu hubungkan lagi setelah beberapa saat.
  • Silahkan restart komputer kamu.
  • Jika masih saja limitted connectivity.. Segera hubungi ISP yang kamu pakai.

4. Tidak Ada Koneksi dari Wireless Adapter ke Wireless Network

Penyebab:

Status ini menunjukkan koneksi wireless adapter kita terputus dengan jaringan wireless. Ada dua buah kemungkinan, yaitu..

  • Adapter wireless kita tidak bisa terhubung ke wireless network kita.
  • Koneksi wireless intermittend (Jaringan tidak stabil)

Solusi:

  • Untuk menyelesaikan masalah ini, silahkan pastikan status wireless pada Windows kamu sudah benar-benar aktif.
  • Cobalah untuk melakukan pencarian sinyal pada jaringan lain.. Terutama kawasan WiFi.

5. Cable Unplugged

Penyebab:

Mungkin dari peringatannya saja kamu sudah paham.. Bahwa penyebab utama dari kasus ini adalah tercabutnya kabel.. Entah karena terlepas, putus, atau bahkan rusak.

Solusi:

  • Jika memang terlepas, silahkan pasang kembali dengan mantap..
  • Masih tetap?? Silahkan ganti kabel dan konektornya dengan yang lain.

Itulah beberapa kasus permasalahan yang paling sering terjadi.. Pada intinya, untuk melakukan perbaikan sebuah jaringan. Selama itu masih sesuai dengan prosedur, akan aman-aman saja sob. Jadi.. Jangan pernah takut salah yah.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Senin, 30 Mei 2016

Perlukah Melakukan Eject Pada Flashdisk Sebelum di Cabut? Ini Jawabannya!




Flashdisk adalah salah satu storage device pada komputer yang berfungsi menyimpan data komputer secara eksternal.

Hampir semua orang memiliki flashdisk, mengingat pentingnya keberadaan benda ini untuk keperluan tertentu. Entah itu untuk menyimpan data, memindahkan data, ataupun untuk proses penginstalan sistem operasi (baca: bootable).

Semua orang sudah tau apa fungsi dari flashdisk ini, tapi mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui tentang detail penggunaan alat ini dengan baik. Yang salah satunya adalah seputar peng-eject-an flashdisk sebelum dicabut.

Perlukah melakukan eject pada flashdisk sebelum dicabut?

Bro: Bra, tengkyu yah udah dicopy-in filmnya..
Bra: Oke broo sama2 ( langsung cabut flasdisk si Bro)
Bro: Ehh belum di eject kampreeet!
Bra: Lah bodo amat! :p
Bro: !@#$%^&*

Hayoo siapa yang pernah ngalamin kejadian kaya diatas.. hehe
Mungkin kita sering bertanya-tanya, pentingkah melakukan eject pada flashdisk sebelum dicabut. Namun sebenarnya apa sih fungsi melakukan eject? Apakah akan merusak flashdisk? Atau bahkan merusak komputer itu sendiri?

Nah..dari pada kamu bingung.. Berikut adalah penjelasan lebih lengkapnya nya. Check it out!

Apa sih fungsi dari eject pada flashdisk?

Pada Windows,fitur eject dan safely remove bisa kamu jumpai pada ikon tray yang ada pada taskbar. Fungsi sebenarnya dari fitur ini adalah untuk menghentikan proses kerja flashdisk pada komputer itu sendiri terhadap data-data pada flashdisk. Karena setiap kali kamu memasukkan flashdisk, harddisk, ataupun storage lainnya.. Maka komputer akan secara bebas melakukan read dan write terhadap data, salah satunya adalah chace. Nah, chace ini tidak akan langsung disimpan pada flashdisk. Melainkan akan ditulis pada RAM komputer terlebih dahulu.

Efek yang terjadi jika tidak melakukan eject pada flashdisk

Selama saya menggunakan flashdisk, jujur saja.. Saya tidak pernah mengalami masalah akibat tidak melakukan eject flashdisk. Lho kok bisa? Tentu saja..
Jika tidak melakukan eject namun flashdisk masih dalam keadaan baik-baik saja.. Lalu kenapa Windows menyediakan fitur safely remove dan eject untuk flashdisk, harddisk, SD Card, dan storage lainnya?
Tentu jawabannya adalah untuk mencegah terjadinya file corupt serta mencegah kerusakan pada perangkat penyimpanan tersebut. Ingat bung.. Hanya untuk mencegah..

Kenapa saya bilang hanya untuk mencegah?

Karena ketika kamu sedang menggunakan flashdisk, flashdisk itu pada hakikatnya sedang menjalankan sebuah proses, yakni read dan write chace. Sehingga ketika kamu langsung mencabutnya tanpa melakukan eject ketika flashdisk masih tertancap.. Bisa menyebabkan file pada flashdisk menjadi corupt bahkan kerusakan pada flashdisk.

Namun... Beruntungnya bagi kamu pengguna Windows, Windows tidak secara otomatis menggunakan chace pada flashdisk. Sehingga perlu mengaktifkannya terlebih dahulu jika ingin menggunakannya.

Kesimpulannya, ketika kamu langsung mencabut flashdisk yang tidak sedang melakukan proses read dan write data. Maka mencabut flashdisk tanpa melaukan eject bukanlah sebuah masalah bagi flashdisk dan data-datamu akan aman-aman saja..
Tapi jika kamu melakukan safely remove dan eject. Mungkin itu akan lebih 'aman', karena kembali lagi pada fungsi dari safely remove dan eject pada Windows itu sendiri. Percayalah, tak mungkin Windows membuat fitur 'semubadzir' itu tanpa ada gunanya sama sekali bukan?

Semoga bermanfaat..

Sabtu, 28 Mei 2016

7 Alasan Kenapa Internet di Indonesia Mayoritas Lemot dan Mahal



Seburuk-buruknya kecepatan internet, kamu pasti akan tetap menggunakannya..  

Yapp, kutipan diatas menggambarkan betapa pentingnya internet bagi kita, bahkan internet bagi sebagian orang dianggap sebagai teman hidup yang selalu ada dikala senang maupun sedih..

Tapi mungkin kamu tidak akan asing lagi dengan kenyataan yang ada sekarang ini, tentang koneksi internet di Indonesia. Betul.. Kondisi koneksi internet di Indonesia yang lemot..

Dalam sebuah pengukuran yang dilakukan oleh Google, terhadap kecepatan akses internet melalui desktop dan mobile pada awal April lalu.. Ternyata Indonesia berada pada zona akses internet terlambat jika mengakses internet melalui desktop, tepat satu tingkat dibawah Filipina yang memiliki kecepatan rata-rata 15,4 detik dalam membuka web. Sedangkan Indonesia sendiri memiliki kecepatan rata-rata membuka web 20,3 detik.

Namun kita masih bisa sedikit bernafas, karena untuk akses internet secara mobile, Indonesia bukanlah negara dengan akses internet terlambat. Namun, akses internet terlambat melalui mobile ini dipegang oleh Uni Emirat Arab. Dengan kecepatan rata-rata membuka web 26,7 detik.

Tapi taukah kamu apa penyebabnya?

Lemot dan mahalnya internet di Indonesia tentu sangat berkaitan dengan komponen biaya untuk menggelar suatu layanan internet. Dan komponen harga tersebut bukanlah sebuah harga yang 'kecil'.. Berikut untuk lebih rincinya. Check it out!

Kenapa internet di Indonesia lemot dan mahal

1. Biaya Infrastruktur

Pada dasarnya, internet membutuhkan yang namanya infrastruktur.. Sebuah perusahaan yang membangun bisnis internet, harus menyediakan biaya yang ga tipis. Karena biaya infrastrukur bukan lagi jutaan, tapi hingga milyaran. Bahkan triliunan hanya untuk mendapatkan streaming lancar tanpa buffering.

Perkembangan internet juga tergantung dari infrastruktur lainnya. Katakanlah jalan raya yang rusak misalnya.. Artinya adalah bahwa membangun infrastruktur itu ngga cuma butuh yang namanya 'uang tebel', tapi harus 'tebel banget'...

2. Kondisi Geografis

Tunggu dulu, lihatlah negara lain yang juga mungkin tak lebih kaya dari Indonesia, tapi kok kecepatan internetnya bisa mengalahkan Indonesia?
Sebelumnya kamu juga perlu menyadari bahwa sekarang kita tinggal disuatu negara yang sangat luas yang memiliki ribuan pulau. Sehingga kondisi geografis disini mampu menjadi salah satu kendala bagi koneksi internet yang ada di Indonesia.

3. Biaya Operasional

Yang namanya perusahaan bukan ngga mungkin dan pasti membutuhkan pegawai, perawatan infrastruktur, listrik, dan lain-lain.. Nah, biaya yang digunakan itulah yang disebut biaya operasional yang berfungsi untuk membuat kegiatan pokok dalam suatu usaha dapat berjalan.

Namun ketika semakin besar infrastruktur, jelas biaya operasional pun juga akan lebih besar.. Karena infrastruktur juga harus dimonitoring dengan baik. Belum lagi jika terdapat kerusakan-kerusakan, tentu kembali lagi ke masalah uang bukan?

4. Sambungan Internasional

Kalian pasti tau kan situs-situs besar yang ada di internet untuk sekarang ini? Yapp, sebut saja Google, Yahoo!, Twitter, Facebook, Blogger, dan masih banyak lagi.. Dan kalian tau? Mereka semua servernya atau pusatnya berada diluar negara Indonesia. Betul, berada di luar negeri kita.

Dan untuk bisa tersambung dengan situs-situs tersebut, perlu adanya sebuah 'langganan' koneksi internasional. Lagi-lagi, harganya tidaklah murah.. Bahkan 1 Mbps saja berkisar hingga USD 100. Bayangkan, padahal pada realitanya jika melihat begitu banyaknya Warga Negara Indonesia yang mengakses internet, kebutuhan internet di Indonesia itu bisa mencapai ratusan bahkan ribuan GB..

Lalu kok kenapa negara lain biayanya murah? Ya itu tadi.. Karena negara mereka berada tidak jauh dari pusatnya, sehingga biaya yang dibutuhkan pun otomatis tidak sebanyak yang dikeluarkan negara kita. Istilah gampangnya ya mereka hanya perlu tarik kabel, internetpun jadi..

5. Biaya Hak Penggunaan Frekuensi

Biaya Hak Penggunaan Frekuensi atau yang sering disebut sebagai BHP ini adalah biaya yang tidaklah murah, apalagi jika sebuah operator memiliki aplikasi yang ditujukan untuk komersial dan menghasilkan keuntungan besar seperti GSM 3G atau CDMA EVDO.

Sebagai contoh, SmartFren harus rela membayar sedikitnya 242 Milyar untuk BHP jangka waktu 3 tahun. Selain SmartFren, ada juga PT. Telkom yang pada tahun 2010 harus membayar BHP tahun dengan nominal mencapai triliyunan..

Fantastis bukan?

6. Sistem Dedikasi / Dedicated

Dedicated dalam internet bisa dikatakan sebagai kecepatan internet secara murni. Dan untuk menyewa internet dengan kecepatan murni, bisa mencapai 2-10 juta per Mbps nya.. Tergantung dimana kita tinggal. Semakin sulit infrastrukturnya, maka semakin mahal juga harganya. Itulah kenapa tarif di Indonesia berbeda-beda. Ada yang mahal, ada juga yang mahal banget..

7. Sistem Shared Dalam Internet

Bagi yang belum tau, sistem sharing ini adalah sistem yang digunakan oleh mereka yang menggunakan satu jaringannya untuk dipakai secara bersama-sama. Katakanlah warnet, perusahaan, laboratorium sekolah, itu semua digunakan secara bersama-sama oleh banyak orang. Sehingga jika ketika jaringan sedang sibuk dan ditambah lagi dengan jumlah user yang banyak, otomatis kecepatan internetpun akan menurun alias lemot.

Itulah kenapa diciptakannya FUP (Fair Usage Policy) dan kuota. Ya itu, untuk membatasi penggunaan data masing-masing orang agar tidak mengalami ketidakseimbangan dalam penggunaan internet.


Begitulah kira-kira 7 Alasan Kenapa Internet di Indonesia Mayoritas Lemot dan Mahal.
Bagaimana menurutmu?

Jumat, 27 Mei 2016

Cara Atasi Masalah Windows 8.1 Tidak Bisa Sleep, Restart, dan Shutdown Setelah Instal Ulang

Walaupun sekarang sudah muncul windows 10.. Namun ternyata tak mengurangi minat para pengguna komputer untuk menggunakan sistem operasi windows 8.1..
Ketika kita ingin mengganti OS komputer menjadi windows 8.1, tentu yang harus dilakukan adalah melakukan instal ulang komputer. Yapp, instal ulang adalah proses mereset semua sistem yang ada pada komputer dan menggantinya dengan yang baru.
Instal ulang adalah suatu kegiatan yang boleh dibilang gampang-gampang susah, gampang jika proses instal ulang tak terdapat kendala, dan susah ketika instal terdapat hambatan atau masalah. 
Salah satunya yaitu trouble yang biasanya dialami oleh windows 8.1..
Saat kamu menginstal ulang komputer dengan menggunakan sistem operasi windows 8.1 dan kemudian terdapat masalah, masalah yang biasanya muncul adalah windows 8.1 tidak bisa sleep, restart dan shutdown.
Bagi mereka yang baru belajar instal ulang, mungkin akan ada rasa panik ketika menghadapi situasi tersebut. Dan fatalnya.. Terkadang tetap ada saja sebagian yang memang ceroboh menyelesaikan kendala tersebut tanpa pertimbangan, sehingga meyebabkan efek yang tidak diinginkan pada komputer. Apalagi komputer tersebut bukan komputer sendiri..
Berikut adalah pembahasannya. Check it out!

Note: Cara ini juga bisa diterapkan pada windows 8.0

1. Windows tidak bisa melakukan sleep / standby

Akan sangat disayangkan jika fitur yang cukup penting tidak berjalan dengan semestinya di windows kamu. Apalagi jika kamu adalah pengguna komputer yang bekerja secara mobile. Maka mau tidak mau kamu harus sering melakukan sleep pada komputer kamu untuk mengemat baterai dan mencegah kebocoran pada baterai.

Penyebab:

Kamu sebelumnya menginstal Virtual Box? Atau semacamnya? Mungkin itu adalah salah satu penyebab komputer kamu gagal sleep. 
Kenapa? Karena driver jaringan yang tidak bisa dimatikan menyebabkan komputer kamu tidak bisa melakukan sleep.

Solusi:

Silahkan uninstal aplikasi tersebut kemudian cobalah untuk melakukan sleep.. Dan taraa. Seharusnya komputer kamu sudah bisa melakukan sleep dengan normal. Atau jika kamu masih membutuhkan aplikasi tersebut, kamu cukup menonaktifkannya saja.
Cara uninstal: Start >> Control Panel >> Program and Features >> Uninstal Program >> Virtual Box.
Cara menonaktifkan: Tekan ctrl + shift + esc (Task Manager) >> Processes >> Virtual Box >> End Process.

2. Windows tidak bisa restart dan shutdown

Ini adalah permasalahan klasik yang masih sering terjadi pada windows 8.1.. Jika kamu sebelumnya menggunakan windows 7, tapi tidak mengalami masalah seperti ini. Berarti ada sedikit masalah pada windows 8.1 kamu.
Baca: Kelebihan dan Kekurangan Sistem Operasi Windows 7

Penyebab: 

Salah satu penyebab dari permasalahan ini adalah fitur fast startup atau hybrid shutdown pada windows 8.1. Bahkan, ada beberapa kejadian dimana windows 8.1 tiba-tiba langsung reboot dengan sendirinya setelah melakukan login.

Solusi:


  • Masuk ke menu start
  • Ketikkan 'power' maka akan muncul banyak option.. Pilih saja Change what the power button do





  • Setelah itu silahkan sobat matikan pada Turn on Fast Startup (Recommended) dengan menghilangkan tanda centangnya. Pilih save changes..




  • Lalu silahkan kalian coba melakukan restart atau shutdown..


Namun,jika masih gagal melakukan restart maupun shutdown, solusi lainnya yaitu dengan menggunakan software CMD (Command Prompt). Berikut langkah-langkahnya:


  • Tekan Windows + R pada keyboard untuk masuk ke Windows Run..
  • Lalu ketikan CMD, dilanjutkan tekan enter.
  • Setelah kamu masuk pada Command Prompt, yang harus kamu ketikkan adalah..


bcdedit /set disabledynamictick yes


  • Lalu tekan enter..


  • Silahkan coba kembali untuk melakukan restart atau shutdown. Seharusnya windows kamu sudah bisa melakukan restart dan shutdown secara normal..


Selamat mencoba dan semoga berhasil..

Ini Dia Kelebihan dan Kekurangan Sistem Operasi Windows 7



Dirilis pada 22 Oktober 2009 untuk publik, Windows 7 masih jadi primadona bagi sebagian kalangan pengguna komputer. Walaupun sekarang ini telah muncul Windows yang telah mendahuluinya, namun tak mengurangi minat para user untuk menggunakan Windows 7. Sebut saja Windows 8.0, Windows 8.1, serta Windows 10, mereka telah menyalip Windows 7 dan otomatis banyak perbaruan yang dilakukan.. Tapi malah apa yang terjadi??

Fakta:
Dalam sebuah survei penggunaan OS yang dilakukan oleh visionmobile, Windows 7 mampu mengungguli para 'kakak-kakaknya'.. Dengan perolehan presentase 75% membuat Windows 7 terbukti menjadi OS favorit dengan mengalahkan Windows 8 yang hanya memperoleh presentase 16%..

Namun,bagi kamu yang mungkin menggunakan Windows 7, atau ingin menggunakan Windows 7.. Berikut akan kami ulas, apa aja sih kelebihan dan kekurangan sistem operasi Windows 7? Check it out!


Kelebihan Windows 7:

1. Booting dan Shutdown Cepat

Tak perlu diragukan lagi bahwa Windows 7 memang tergolong Sistem Operasi berkualitas yang ringan, Sehingga proses boot serta shutdown pun juga terasa ringan..

2. Hemat Daya

Jika dibandingkan dengan versi sebelumnya, yakni Windows Vista, Windows 7 lebih hemat daya. Karena memang Windows 7 ini dibuat untuk membayar kekecewaan para user terhadap Windows Vista yang sangat boros daya. Sehingga sebagai penerusnya, Windows 7 terjamin akan kestabilannya.

3.  Keoptimalan Pre-Fetching

Fetching ini adalah suatu proses pengambilan data atau pe-load-an data dari memory utama. Keoptimalan Pre-Fetching pada Windows 7 ini menjadikan sistem operasi ini mampu bekerja lebih cepat.

4. Adanya Aplikasi Device Storage

Yakni sebuah aplikasi yang memudahkan kita dalam menampilkan semua hal yang berhubungan dengan peripheral tertentu, seperti fitur konfigurasi dan juga dokumentasi.

5. Memiliki tampilan serta aplikasi yang menarik

Diantaranya...

1. Home Group
Home group ini bisa kamu gunakan untuk berbagi file maupun sumber daya hanya dengan menghubungkan komputer menggunakan sistem jaringan.

2. Snap
Bukan hanya membuka aplikasi secara bersamaan,kamu bahkan bisa menampilkan dua aplikasi secara bersamaan dan bersebelahan. Gimana caranya?

Tekan Windows + panah kanan untuk menampilkan salah satu aplikasi disebelah kanan.
Tekan Windows + panah kiri untuk menampilkan salah satu aplikasi disebelah kiri.

3. Windows Media Center
Kamu hobi nonton TV? Fitur pada Windows 7 ini bisa kamu gunakan untuk menonton TV secara online. Bahkan kamu juga bisa untuk merekam langsung siarannya.

Baca:  Cara Nonton TV dengan VLC Media Player

4. Parental Control
Dari namanya saja mungkin sudah kelihatan fungsi dari pada fitur yang satu ini. Yapp,fitur ini bisa digunakan untuk mengontrol pengoperasian yang dilakukan oleh anak-anak. Sebut saja seperti pembatasan hak akses kepada anak-anak, atau juga pembatasan waktu yang digunakan oleh anak-anak.

5. Windows Live Essentials
Kamu bisa melakukan pengaksesan data secara offline. Serta juga bisa untuk melakukan berbagi hal yang berkaitan dengan foto, video, dll.

6. Jump List
Hanya dengan mengklik pada pin, maka kamu sudah bisa membuka kembali salah satu aplikasi atau beberapa aplikasi yang berjalan.

Kekurangan Windows 7:

1. Kompatibilitas Belum Sempurna 

Belum semuanya aplikasi bisa berjalan dengan baik di Windows 7. Karena nyatanya memang masih ada beberapa aplikasi yang tidak bisa beroperasi di Windows 7.

2. Masih Terdapat Bug

Bug sendiri adalah sebuah celah kesalahan, yang boleh dibilang adalah sebuah pengerjaan yang kurang sempurna sehingga menyebabkan kurang sempurnanya sebuah aplikasi. Namun, kamu tak perlu khawatir. Karena bug ini hanya terjadi pada Windows Player 12.

3. Masalah Deteksi Hardware

Karena ada beberapa hardware yang bisa terdeteksi pada Windows Vista, namun tidak terdeteksi pada Windows 7.

4. Masalah Software

Software yang sebelumnya bisa dipaksa untuk dipasang pada Windows Vista, ada beberapa yang tidak bisa dipaksa di Windows 7.

5. Tidak Semua Perbaruannya Mengalahkan OS sebelumnya

Katakan saja Windows XP.. Jika dibandingkan dengan Windows 7 maka Windows XP tentu lebih cepat..


Itulah ulasan singkat tentang Kelebihan dan Kekurangan Sistem Operasi Windows 7..  Windows 7 adalah sistem operasi yang bagus. Jujur saja Admin sendiri sekarang masih menggunakan OS yang satu ini. Jika bicara soal kekurangan.. Ya wajar saja, karena tak ada segala sesuatu yang sempurna. Sehingga semuanya pasti ada kelebihan dan kekurangan.

Sabtu, 21 Mei 2016

Bahaya Menyimpan File Penting di Partisi System / Local Disk C




Komputer maupun laptop sekarang ini bukanlah hal yang mewah lagi.. hampir semua orang sudah memiliki alat canggih yang satu ini.

Berkembang pesatnya teknologi memang membuat orang terpaksa harus mengikuti perkembangan yang ada. Faktor kebutuhan terutama,karena sekarang ini banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan dengan menggunakan komputer. Sehingga,mau tak mau seseorang yang belum bisa mengoperasikan komputerpun harus mau untuk mempelajarinya.

Komputer itu mudah dipelajari,karena memang ilmunya sudah bertebaran dimana-dimana.. Apalagi sekarang internet sudah ada. enak toh?
Tapi yang terkadang masih jadi kesulitan adalah,banyak hal-hal dalam komputer yang mungkin tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Ini bisa dikatakan sebagai 'etika' dalam mengoperasikan komputer. Sehingga jika kamu melanggarnya.. Kamu yang kena sendiri. Check it out! 

Yang namanya komputer pasti berhubungan dengan penyimpanan. Jadi,ngga mungkin kalo kamu punya komputer lalu kamu ngga menggunakannya sebagai tempat penyimpanan file..
Nah,jika kamu menyimpan file ke komputer.. Berarti kamu telah menyimpan file pada sebuah alat yang disebut harddisk. Harddisk sendiri adalah perangkat penyimpanan (storage device) yang terdapat didalam dan dimiliki oleh setiap komputer..  Serta kapasitas penyimpanannya pun bukan lagi puluhan GB,namun hingga ratusan GB.. Bahkan ribuan GB (Terabyte).

Sebelum harddisk digunakan, pastinya harddisk sudah dipartisi. Apa itu pemartisian?
Pemartisian adalah sebuah kegiatan membagi harddisk menjadi beberapa ruang kosong (space) yang nantinya ruang kosong tersebut akan digunakan sesuai fungsinya.

Untuk pembagiannya itu terserah si pemilik dan juga tergantung besar harddisk. Ada yang biasa membaginya menjadi 2 partisi ataupun 3 partisi. Namun pada umumnya 3 partisi,yaitu local disk C, D, dan E.

Perlu diketahui bahwa partisi tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Local disk C misalnya,biasanya partisi ini digunakan sebagai tempat bersarangnya file-file sistem pada komputer. Sehingga bisa dibilang ini adalah partisi jantungnya komputer.
Berbeda lagi dengan local disk D ataupun E, yang bisa kamu gunakan untuk menyimpan data-data kamu. Entah itu multimedia,dokumen,game dan lain-lain..

Jadi sudah terlihat jelas bahwa partisi tersebut memiliki fungsi yang memang berbeda..

Lalu apa resikonya jika menyimpan file pada local disk C ??

Seperti yang tadi saya bilang bahwa local disk C adalah partisi yang dikhususkan untuk untuk menyimpan file system. Dan bukannya tidak boleh menyimpan file pada local disk C..
Boleh-boleh saja menyimpan file pada partisi tersebut. Dengan catatan semua resiko ditanggung sendiri. hehe


Berikut adalah resiko yang ada jika kamu menyimpan file pada local disk C: 


 1. Resiko terkena virus




Partisi system adalah partisi yang paling mudah terjangkit virus, karena disinilah tempat aplikasi diinstal, dan dari aplikasilah kebanyakan para virus bersemayam.
Ketika local disk C kamu terserang virus, mungkin kamu hanya mampu berusaha dan berdo'a saja.. Dan jika kamu tidak bisa mengatasi virus tersebut,kamu hanya perlu menunggu file-file penting kamu hilang karena virus.

Baca: Yuk! Bikin Virus dengan Notepad untuk Jahili Teman Kamu


2. Hilang setelah instal ulang

Partisi system akan dibersihkan ketika install ulang.. Termasuk file kamu yang tersimpan didalamnya pun akan ikut terbersihkan.

Instal ulang itu memulai perjalanan komputer dari awal lagi guys, sehingga setelah install ulang maka isi partisi yang pasti hilang adalah local disk C.. Jika partisi tersebut ada file penting kamu. Ya sudah.. kamu harus mengikhlaskannya.

Jalan satu-satunya mungkin kamu harus membackup seluruh file kamu. It's okay kalo ukuran filenya masih umum.. Tapi kalo ukurannya udah ratusan GB? Itu akan sangat merepotkan..


Kesimpulan:
Jangan sekali-sekali menyimpan file kamu pada local disk C, apalagi file tersebut adalah file penting.. Toh,partisi itu kan emang udah difungsikan.. Jadi gunakanlah sesuai fungsinya.

 Semoga bermanfaat..